Tuesday, January 31, 2006

Kisah Menarik Pemilik Pesona Kahyangan

Ini bagus sekali untuk menjadi inspirasi..
Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi.
Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanyalulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang,Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.
Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkeldengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masihdikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan.
Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada diatas.Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unitmobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalamsetahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahunFauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesaishalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok. Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilaiorang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. "Karena mereka bekerjalahsaya mendapat rezeki.", katanya.Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu."Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri." Katanya.
Prinsip manajemen "Bismillah" itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugaskeamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzidan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil.
Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siapjuga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah,membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dandilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2.Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok.
Kini telahdibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalamtahap pematangan tanah.Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, diamenggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiriseluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadirmendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat.
Setelah itu, ketikaberanjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan.Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini."Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya." Kata pria yang sehari-hariberpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itupemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan.
Tercatat, beberapa masjid telah diabangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yangdijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi."Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh". Kata Fauzi.Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri."Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial." Katanya.
Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkanselebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial. "Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol." Kata Fauzi.
" Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus
apa yangtelah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati
hidup ini dengan bahagia"

No comments: